Saturday, 8 March 2014

Dengan Wajah Tanpa Dosa ia Mengharkos-kan ku (Part 1)


Pertama, aku ingin memperkenalkan singkat siapa diriku di blog ini. Namaku Yoanditha dan panggil saja Yoan. Umurku 17 tahun, bertubuh tidak terlalu tinggi, kurus, tidak bertampangkan terlalu cantik, berjilbab dan berbehel.

Waktu itu, saat aku masih berumur 16tahun, bulan November tepatnya. Aku menginvite pin bm teman smp ku. Sebut saja namanya Fariq, yang kebetulan kini ia beda sekolah denganku. Saat ia meng- accept pin ku, barulah kami memulai chat yang biasanya dilakukan oleh teman yang baru saja tidak sengaja menemukan contact bm teman lamanya tersebut. Pada mulanya, kami hanya chatting biasa saja tapi lumayan panjang percakapannya.

Keesokan harinya, saat aku membuka aplikasi BBM for Android ku, tiba-tiba saja chat kami menghilang dan ternyata contact bm ia juga menghilang. Aku mulai parno dan kebingungan sendiri. Masa sih dia nge delcont aku? Lalu sejak saat itu chat kita terputus.

Beberapa hari kemudian, aku tidak sengaja melihat usernamenya di Timeline twitterku. Dan selintas aku jadi ingat, bahwa waktu itu kita sedang chattingan tapi keesokan harinya chat room kita menghilang dan contact ia pun tiba-tiba tidak ada. Lalu aku mencoba untuk menyapa nya lewat Dm, “Riq, kamu ngedelcont aku ya?” lalu ia menjawab “Bb aku dijual, Yo minta nomer kamu dong.” Lalu aku membalas dm tersebut dan aku kasih saja nomerku untuk niatan hanya sekedar silaturahmi saja antar teman lama.

Kebetulan saat itu hp ku sedang tidak ada pulsa, dan ternyata ia lansung mengirimkan sms ke hp ku tapi aku belum bisa membalasnya karena tidak ada pulsa. Dan akupun mengirimkan kembali Dm kepadanya “Riq, aku ga ada pulsa jadi ga bisa ngebales.” Beberapa menit kemudian, tiba-tiba ada sms masuk dari operator yang memberitahu bahwa nomerku baru saja diisi pulsa sebesar 10rb. Akupun terkejut dan heran, masa iya tiba-tiba datang pulsa nyasar 10rb? Lalu terlintas di pikiranku, “jangan-jangan dia lagi yang beliin aku pulsa?” segeralah aku mengirimkan kembali Dm kepadanya, “Riq, kamu beliin aku pulsa ya tadi?” lalu ia membalas “Itu sms aku udah 3kali masa belum masuk juga?” dan ia pun tidak menghiraukan pertanyaanku tentang pulsa tadi.

Akupun membalas sms sapaan yang datang dari nomernya, dan akupun kembali bertanya apakah benar ia yang membelikan ku pulsa tadi. Karena saat itu, hanya ialah yang tahu bahwa aku sedang tidak ada pulsa pada saat itu. Dengan bertanya “Eh Riq, ada pulsa nyasar loh ke aku 10rb.” Dan ia membalas “Masa pulsa nyasar masa 10rb :p”. Akupun makin penasaran dengan melihat balasannya tersebut, perkataannya aneh seakan-akan bukan dia yang membelikanku pulsa. Dan akhirnyapun ia mengakui bahwa ialah yang membelikanku pulsa tadi. Dan topik sms pun berganti.

Seharian itu kamipun bisa dibilang mulai sms-an. Tetapi, ada yang aneh dari kata-kata yang ia kirimkan di sms tersebut. Dari bentuk kata-katanya, ia terlihat seperti orang yang sedang menyekil cewe, dan kesannya pun terlihat alay. Padahal dulu saat kami smp, kami hanya sekedar berteman biasa dan jauh dari sekil-sekilan alay tersebut. Bahkan bisa dikatakan masing-masing dari kami tidak ada yang menyimpan rasa suka sedikitpun. Tetapi, bagaimana mungkin perkataannya padaku bisa berubah sedemikian drastis ini?

Aku masih tetap membalas sms nya dengan biasa saja dan berusaha untuk bersikap dingin saat ia menyekil-ku. Bisa dibilang kami sms-an selama 3 hari full dari pagi sampai malam. Hari terakhir kami sms-an itu aneh menurutku. Aku rasa saat itu aku tidak mengatakan apa-apa yang membuat dia marah, “Tapi kenapa dia tidak membalas balasan sms dariku ya? Oh mungkin balasanku bersifat ujung bahasan, alias tidak tahu harus disambung apa lagi balasannya.” pikirku.

Keesokan paginya, ia yang sudah 2hari dengan anehnya mengucapkan ucapan selamat pagi padaku, pagi itu dia tidak lagi memberi ucapan itu padaku. Saat itu aku hanya biasa saja sembari tidak terlalu mengharapkan ucapan selamat pagi darinya. Dan seharian itupun dia tidak lagi mengirimkan sms padaku. Tapi aku masih biasa saja atau bisa dibilang cuek pada saat itu.

Keesokan paginya lagi, saat aku bangun tidur, akupun reflex mengecek hp-ku dan melihat sms yang masuk. Dan Astaga! Tanpa sadar aku berharap ada sms ucapan selamat pagi yang masuk dari nya. Akupun berusaha mindset pikiranku sendiri bahwa aku tidak mungkin menunggu sms darinya, tidak mungkin aku punya perasaan padanya.

Saat itu aku merasa aneh pada pikiranku itu. Malam harinya, aku memutuskan untuk bercerita lewat telepon dengan sobatku waktu smp, namanya Frista. Saat telepon sudah tersambung dengan Frista, akupun mulai menceritakan dari waktu aku chatting via bbm, contactnya tiba-tiba saja menghilang, dan ia meminta nomerku, ia mengirimkan pulsa untukku, ia selalu mengirimkan sms untukku dari pagi sampai malam dengan kata-katanya yang bersifat menyekil, sampai ia yang tiba-tiba berhenti mengirimkan sms untukku setelah 3hari kita sms-an.

Frista tentu saja heran saat mendengar ceritaku tentang Fariq yang sifatnya berubah drastis saat sms-an denganku. Karena Frista tau, hubunganku dengan Fariq semasa smp biasa-biasa saja bahkan tidak ada perasaan suka sedikitpun. Lalu saat itu, akupun mulai mengatakan pada Frista “Tapi aneh loh Fris, sekarang kok aku jadi nungguin sms dia terus ya?”. Frista pun tiba-tiba tertawa mendengar perkataan ku itu, dan ia mengatakan padaku mungkin saja aku sudah ada rasa terhadap Fariq. Akupun hanya mendengar ucapan perkiraan itu dari Frista sembari diam dan berpikir juga.” Malam itu sudah pukul 22.00, sudah terlalu lama rasanya aku menelpon dan bercerita kepada Frista. Dan akhirnya kami pun mengakhiri percakapan telepon tersebut. *****bersambung*****